Bagaimana Membangun Sebuah Brand

Bagaimana Membangun Sebuah Brand

Selasa, 17 Mei 2016 Marketing Comments
bangun brand

Seorang pakar Branding Indonesia, siapa yang tidak kenal dengan Subiakto Priosoedarsono. Praktisi Branding yang biasa dipanggil Pak Bi ini sudah berkarat ilmunya selama 47 tahun.  Pak Bi  membangun BRAND mulai dari lewat packaging, lewat iklan, lewat program tv, lewat event, lewat PR dan akhir-akhir ini lewat media digital.



Slide yang barusan adalah jejak Branding yang pernah pak Bi  buat khususnya lewat slogan. Slogan "Kalau sudah duduk lupa berdiri" itu Pak Bi ciptakan tahun 1981. Sudah lebih dari 30 tahun dan nampaknya sampai sekarang masih relevan. Demikian pula slogan "Kopiko gantinya ngopi" Pak Bi ciptakan tahun 1986 sampai sekarang masih dipakai walaupun sudah berkali-kali coba untuk diganti setiap berganti agency.
Slogan "Nyamuk sini cuma takut Tigaroda" menjadi fenomenal karena pada jamannya sudah membuat Baygon mengkerut dari 90% Market Share jadi tinggal 15% saja.

Apa sih pentingnya sebuah slogan buat membangun sebuah BRAND?
Sebuah slogan untuk membangun BRAND tidak bisa dilakukan lewat mengarang. Karena slogan yang mampu membangun BRAND adalah slogan yang mencerminkan sebuah VALUE. Value dari Brand DNA, Brand Positioning dan Added Value.



Dalam Brand Canvas yang Pak Bi ajarkan di Workshop Bisa-Bikin-Brand Slogan berada pada urutan ke 14 dari 15 langkah membangun BRAND. Jadi kalau ada rekan Pak Bi meminta untuk dibuatkan slogan Pak Bi suka tertawa geli. "Darimana saya bisa menemukan value dari brandnya? Hehehe."


BRAND itu adalah NAMA plus MA'NA. Banyak cara membangun makna pada sebuah nama. Mengacu kepada Hyrarchy of Neednya Maslow makna bisa dibangun lewat makna physic, makna rasa aman, makna diterima dalam sebuah komunitas, makna self esteem dan makna self actualization atau jatidiri.



Konsumen bisa memaknai sebuah nama dengan tampilan physical. Atau ketergantungan akan produknya. Kebanyakan makanan. Kalau makan GUDEG ya YU DJUM. Atau kalau makan sate MARANGGI ya Ibu Hj. Yeti Cibungur. Atau kalau mau LOENPIA ya Loenpia Mbak Lien Semarang.
Value pada physical ini sangat tergantung pada gigitan pertama. Kalau gigitan pertama enak ya nama menjadi punya value maka jadilah dia BRAND.
Jadi Anda bisa mebangun BRAND lewat produk yang khas atau unik, Minimal memiliki value physical. Dalam hal ini Anda tinggal mengulang gigitan pertama berkali-kali sehingga pembeli yang tadinya hanya membeli sekali, menjadi pelanggan yang membeli berkali-kali. Karena fungsi BRAND memang mengubah pembeli menjadi pelanggan.

Loyalitas pada rasa bisa runtuh ketika Anda merasa tidak aman makan di tempat tersebut. Misalnya tiba-tiba Anda menemukan kecoa di bawah makanan yang tersaji atau kepergok tikus mondar-mandir di dapur. Tuntutan akan rasa aman ini memang sifatnya intangible dan beyond physical.
Peristiwa diatas menggambarkan betapa loyalnya pelanggan kepada value produk namun bagi konsumen yang mem value rasa aman bakalan meninggalkan loyalitasnya. Nah, Anda punya peluang untuk membangun BRAND lewat rasa aman meskipun bisa jadi produk Anda kalah di rasa.

Bagi pelanggan yang mengutamakan value sebuah komunitas justru mencari produk yang bisa membuatnya diterima di kalangan tertentu. Banyak komunitas yang mensyaratkan anggotanya harus menjadi pelanggan merek tertentu. Ada Toyota Hartop Club, ada Mercy Club. Ada Suzuki Jimny Club. Yang mengharuskan anggotanya punya produk dengan merek tertentu.

Yang terakhir, Anda juga bisa membangun value self actualization dimana produk Anda menjadi jatidiri dari pelanggan Anda. Misalnya Rolex. Berkat value yang disampaikan lewat slogannya "Crown to every achievements" maka stiap orang yang sudah merasa sukses langsung beli jam Rolex. Atau Harley Davidson yang menawarkan value FREEDOM buat pelanggannya.

Apakah harus merek-merek kelas dunia saja yang bisa menjunjukkan jatidiri pelanggannya? Tidak. Gudeg Yu Djum sudah menjadi jatidiri orang Jogja. Sate Maranggi sudah menjadi jati diri orang Purwakarta. Rendang sudah menjadi jatidiri orang Padang.

Related Posts

  • Bagaimana Membangun Sebuah Brand Selasa, 17 Mei 2016
  • Judul Promo Yang Terbukti Ampuh untuk Meningkatkan Omzet Anda Kamis, 16 Juni 2016
  • Marketing Lewat Tulisan Jum'at, 12 Agustus 2016
  • Comments. Leave new

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *